An Open Letter to My (Potential) Future Spouse

I dedicated this open letter to someone over there that might will be my future love. Even we’ve never met and you are just in my dreams but I know you’re looking for me. We will know it the moment we meet. I am strongly sure in God’s perfect time; we are going to find each other. And on that day, I will read this letter specially for you.

Dear beloved ………………,
(I’ll be back to fill in a name someday)

I’m not yet sure whether you exist, though I’d like to believe that you do. While it may not make much logical sense, you’ve been on my mind lately. I have been thinking about what you’ll look like, how tall you’ll be, how your hair style is or what kind of job do you like. Yeah, I am too curious about you, about every single detail of you.

I want you to know that I am happy — right now — as a single, 24-year-old “millennial” lady who lives with my lovely family. I love my job, I love my crazy friends and family, and I love spending quality time alone by reading the books, watching movies & make up tutorials, and writing articles sometimes. On the weekend I spend my time for dancing practice. I want you to know that my life has purpose apart from and before you. When we do meet one day, I want you to understand that I do not expect you to complete me, or to be my God. That’s way too much pressure for anyone to bear. I am already complete. I have been trying so hard to complete my life by God’s guidance. So when my time is coming I am ready!

Maybe you have been hurt in the past, but those are not my plans. My plan is to love you more than you have ever been loved. My love knows so boundaries, there will be no limits as to what I will do for you, I will only grow to love you more each passing second as long as you always give me room to grow.  Maybe my love is not perfect yet but I’ll try to love you perfectly with my all in all. I promise to be truthful and faithful, as long as you return the same to me. I want to be your best friend for the rest of your life, I want to be someone who wills you try to find when you have many things to be shared with.

Most importantly, I want you to know that when we do fall in love, I will love you unconditionally. I don’t expect you to be perfect, and I can guarantee you that I won’t be either. I do, however, I expect you to accept me fully for who I really am, and I promise to do the same for you. I will never try to change you, I will never let you feel unseen, and I will always be your number one fan.

My everything, I love you for being the man who leads the family to prayer and fellowship with God most times, even during the days when I’m too weak to do anything. May our commitment can lead us to get closer and closer to God.

My beloved one, My lover, My best friend, My baby, and My everything that I’ve been searching for, thanks for not choosing anyone else, rather you chose me to live forever with.

 

With much love,

Your future lady

 

 

 

Iklan

7 Hal yang kamu rasakan sebelum memasuki usia 25

HIdup itu bagaikan sebuah teka-teki, banyak hal yang bisa tiba-tiba terjadi diluar dugaan. Rancangan yang sudah dirancangkan matang-matang pun bisa gagal, hancur dan berantakan. Di usia 25 tahun umumnya sebagian besar orang khususnya wanita sudah merancangkan banyak harapan-harapan yang dirasa akan segera tercapai saat usia seperempat abad ini. Mulai dari memiliki pekerjaan yang tetap, memiliki penghasilan yang tinggi, memiliki kendaraan pribadi, menemukan pasangan hidup yang tepat hingga menikah. Tapi siapa sangka, untuk mencapai harapan-harapan yang indah itu ternyata tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kerja keras, perjuangan, pengorbanan , kekecewaan dan air mata. Usia 25 bukannlah pintu ajaib yang seketika akan mengubahmu menjadi pribadi yang dewasa dan matang.

Berikut ini adalah 7 hal yang akan kamu rasakan sebelum memasuki usia seperempat abad.

1. Satu persatu sahabat meninggalkanmu

Kehilangan sahabat via https://wolipop.detik.com

“If you are not losing friends, you are not growing up.”

Kutipan diatas tepat sekali menggambarkan perasaanmu yang seiring berjalannya waktu kehilangan satu persatu sahabatmu. Menjelang usia seperempat abad, suka atau tidak suka kamu akan mulai mengalami kehilangan sahabat dan teman-remanmu. Ada berbagai alasan yang melatar belakangi perpisahan tersebut, mulai dari urusan pekerjaan, pindah ke luar kota, tidak lagi memiliki visi yang sama, memiliki kesibukan masing-masing, merasa dikecewakan, hinggal ditinggal sahabat menikah. Hal-hal yang biasanya kamu lakukan bareng sahabat pun kini lebih sering kamu lakukan sendiri. Kehilangan sahabat dan teman pun akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri. Kamu menjadi lebih mampu melakukan banyak hal sendiri tanpa lagi harus ditemani teman atau sahabat.

2. Tidak semua masalah layak kamu bagi dengan orang lain

Terkadang diam lebih baik via http://www.confusedsandals.com

Saat masih umur belasan dan awal dua puluhan rasanya mudah sekali untuk membagi masalah ke orang lain. Seakan dengan berbagi masalah, bebanmu menjadi lebih ringan.

Di umurmu yang makin dewasa ini, kamu akan sadar bahwa tidak semua masalah layak dibagikan ke orang lain. Kamu perlu lebih selektif memilih hal apa yang bisa kamu ceritakan ke orang lain dan hal apa yang bisa kamu selesaikan sendiri. Karena tidak semua orang akan benar-benar memahami apa yang sedang kamu rasakan. Bila salah memilih teman curhat, yang awalnya berniat meringankan beban justru malah bisa menambah beban. Tidak jarang ketka habis bercerita dengan orang lain justru akan membuatmu menjadi kepikiran akan respon mereka yang justru bereaksi negatif. Untuk itu, dibutuhkan sekali sikap selektif dalam memilih teman untuk bercerita.

Lagipula semua orang sudah punya masalah mereka sendiri kan? Tidak sepantasnya kamu menambah beban mereka dengan masalahmu.

3. Kamu akan sadar bahwa orang tuamu tidak akan selamanya ada untukmu

Ketika orang tua menjadi lemah via https://www.google.co.id

Selama ini mungkin kamu menganggap bahwa orang tua adalah bagaikan malaikat pelingdungmu.Ya, mereka akan selalu siap menolongmu kapan saja. Namun di usia dewasa ini kamu akan menyadari bahwa orang tuamu juga hanyalah manusia biasa yang juga bisa merasa lemah, sedih,sakit dan butuh bantuan.

Di usia ini akan ada beberapa momen dimana kamu melihat mereka jatuh di titik terendah dalam hidup. Kamu akan menyadari kalau pribadi kuat yang selama ini menjadi tempat pertolongan dan perlindunganmu juga bisa merasa lemah dan rapuh.

Kali ini giliranmu mengulurkan tangan dan membantu mereka. Sudah sepatutnya kamu membiarkan mereka menikmati masa tua mereka dengan santai dan pikiran tenang. Ini adalah momen yang paling pas untukmu bekerja keras, merawat dan membalas semua kebaikan orang tuamu selama ini.

 

4. Patah hati adalah proses pendewasaan diri

Kehilangan via https://www.inovasee.com

Mengalami beberapa kali kegagalan dalam membangun hubungan menjadikanmu pribadi yang lebih dewasa dan kuat. Kini kamu tidak lagi seperti anak ABG yang hanya menggunakan perasaan ketika membangun hubungan. Pengalaman pahit di masa lalu menjadikanmu lebih rasional dan bijak dalam membina hubungan. Kini kamu menjadi lebih hati-hati dalam menjalani hubungan, bukan karena kamu trauma memulai hubungan lagi tetapi karena kamu tidak akan membiarkan hatimu yang tulus dan suci dibiarkan hancur oleh orang yang yang kurang berkualitas.

5. Single adalah masa terbaik meningkatkan kualitas diri

Merasa bebas via https://www.udemy.com

Kamu yang hampir memasuki seperempat abad dan masih single pasti akan menyadari  bahwa masa single adalah masa yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas diri. Kamu tidak akan menggantungkan kebahagianmu pada seorang pun kecuali dirimu sendiri. Masa ini akan menjadi masa yang paling baik untuk mengembangkan dirimu, dan belajar banyak hal. Mulai dari belajar memasak, menjahit, menekuni hobi yang lama sudah ditinggalkan, membaca banyak buku, belajar menulis, berkumpul dengan teman-teman baru, memulai usaha baru, mengikuti seminar atau kursus hingga melanjutkan kuliah lagi. Ada banyak hal yang bisa kamu isi dalam masa single mu guna meningkatkan kualitas dirimu. Jika kamu menjadi pribadi yang berkualitas, pria/wanita mana yang tidak akan tertarik padamu?

6. Kamu akan mengatur uang dengan baik

Kalo diawal usia 20an dulu kamu tidak pernah membuat list tentang pengeluaran apa saja yang kamu butuhkan selama sebulan ke depan, maka di usiamu yang sekarang ini kamu menjadi lebih bijak dalam mengelola uang. Mungkin sebagian orang yang baru saja bekerja akan dengan mudahnya menghabiskan uang gaji mereka untuk belanja barang-barang mahal di mall, nongkrong di cafe, beli makan-makanan mahal dan enak, jalan-jalan,dll. Tapi di usiamu yang sekarang ini kamu menjadi lebih bijak dan matang, kamu tidak akan membiarkan hasil kerja kerasmu selama sebulan hanya dihabiskan dalam hitungan hari. Kali ini, kamu akan lebih memikirkan kehidupan finansial di masa depan. Mulai dari menabung, berasuransi, ataupaun berinventasi.

7. Kamu akan sadar ternyata (25) hanyalah sebuah nomor

Seperempat abad via https://gengsunkie.wordpress.com

Detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam, hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun hingga akhirnya akan ada hari dimana tibalah usia seperempat abad dalam hidupmu.

Ya 25 tahun. Di hari ulang tahunmu yang ke25 kamu akan tetap merasakan hal-hal yang sama seperti sebelumnya. Menjadi dewasa adalah sebuah proses belajar yang terus berlanjut. Tidak ada angka manapun yang pantas untuk mengukur kedewasaan seseorang. Setelah menjalani hidup selama seperempat abad di dunia ini kamu akan menyadari bahwa usia 25 bukanlah bagaikan pintu kemana saja doraemon yang siap membawamu kemanapun kamu mau. Diperlukan proses yang panjang untuk mencapai hal-hal yang diinginkan.

Menjadi dewasa adalah proses belajar bukan hasil, belajar untuk berjuang dan bekerja keras dalam mencapai hasil yang diinginkan, belajar memaafkan meski kecewa, belajar menjadi pribadi mandiri yang tangguh, belajar memberi meski berat, belajar bersabar dan mengerti bahwa tidak ada yang instan di dunia ini. Semunya membutuhkan proses, bahkan untuk menikmati mie instan yang katanya instan pun tetap diperlukan proses terlebih dahulu selum menikmatinya.

Kini kamu akan menjadi pribadi yang lebih bijak. Memasuki umur 25 tahun ternyata tidak semenakutkan apa yang kamu bayangkan. Hidup tetap akan terus berjalan dan kamu hanya harus memberikan semua kemampuan terbaikmu agar bisa menjadi versi terbaik dari dirimu.

Apakah kamu sepakat bahwa ha-hal ini yang kamu alami sebelum memasuki usia 25 tahun?

Selamat menyambut dan mempersiapkan usia seperempat abadmu!

-YLT-

Panduan Menulis Esai: LPDP (Kontribusiku Bagi Indonesia)

Learn for the Future

10402890_10204282197710420_9202659405067633747_n - Copy (640x427) (640x427) (2)

Melalui tulisan ini, saya ingin memberikan sedikit panduan buat teman – teman yang sedang menyelesaikan aplikasi esai melamar beasiswa, baik untuk sebuah degree atau pun exchange program. Saya coba untuk memberikan panduan sesederhana mungkin, mencoba menghindari terminologi ilmiah yang bisa memusingkan. Langsung saja ya.

Ditulisan ini akan dibahas tentang bagaimana menulis satu esai dalam aplikasi beasiswa LPDP, yaitu tentang Kontribusiku bagi Indonesia.

Begini. Menulis itu yang sulit adalah menulis dengan organisasi yang baik. Tidak bertele – tele kesana kemari, tapi to the point langsung menjawab pertanyaan atau langsung memberikan informasi sesuai dengan instruksi yang diberikan untuk esai tersebut.

Saya sudah banyak membantu mengoreksi tulisan esai teman – teman yang ingin melamar beasiswa. Kelemahan paling umum adalah isi tidak menjawab langsung pertanyaan esai, tidak langsung memberikan informasi yang sesuai intruksi, tidak rinci, kurang informasi terkait informasi akademik, terutama yang berkaitan dengan bidang yang akan dipelajari.

Di panduan menulis ini, saya ingin menjelaskan bagaimana…

Lihat pos aslinya 1.699 kata lagi

Taut

The Living Stone

This written was inspired by preaching which presented by a priest in the church  on last December 2014.

– The Living Stone –

Ok before we talk further about that. I wanna ask you.

What is life? and

What is Stone?

What is life?

People said that life starts  from B to D. From Birth to Death,

but what’s between B and D?

It’s a “C” So what is “C”?

It’s a choice

Our life is a matter of choices.

In my point of view, life is learning.

Learning to love even though it hurts,

Learning to forgive even though it gives the permanent scar,

Learning to be patient in waiting the uncertain thing,

Learning to build the trust,

Learning to through the process even though in  difficult,painful, and hard times.

Learning, learning and learning !!!

When you stop learning it means that you are die.

And what is stone?

For me stone is the powerful and hard object.

So, Why does God depict us that We are the living stone?

It is because stone is like something that dirty, useless, unimportant, everyone can throw it away, tread  and humiliate it. Stone is like human. Without God we are weak, sinful, dirty, useless, shameful.etc.

But, it is totally change in (John 3 : 16)

“For God so greatly loved and dearly prized the world that He [even] gave up His only begotten ( unique) Son, so that whoever believes in (trusts in, clings to, relies on) Him shall not perish (come to destruction, be lost) but have eternal (everlasting) life.”

So, because of God’s grace  the sinful, dirty, weak, useless, shameful person has been changed into the loved, beloved, strong, useful, and important person.

In God’s hand our life will be better and better.

“Don’t fear, for I am with you. don’t be dismayed, because I am your God. I will strengthen you and help you;

I will uphold you in My righteous right hand.” (Isaiah 41:10)

So, never think that your life is too hard, no solution for your problems, and empty.

CHANGE YOUR MIND !

Remember in God’s hand everything will be ok.

YOU CAN do ANYTHING through God who strengthens YOU !

 

 

with much love,

-YLT-